Selamat Datang di Media Informasi Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi

Kementan Tegaskan Ketersediaan Telur dan Daging Ayam Aman Jelang Puasa dan Idul Fitri 2018

Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita menegaskan bahwa ketersediaan telur dan daging ayam cukup menjelang bulan puasa dan Idul Fitri Tahun 2018. Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita saat acara konferensi pers di Kantor Ditjen PKH hari Jumat tanggal 11 Mei 2018 yang dihadiri oleh para pelaku usaha perunggasan nasional.

I Ketut menyebutkan, berdasarkan prognosa ketersediaan, produksi daging ayam tahun 2018 adalah sebesar 3.565.495 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 3.047.676 ton, sehingga terjadi neraca surplus sebanyak 517.819 ton. Khusus untuk bulan puasa dan lebaran yang jatuh pada bulan Mei dan Juni 2018 diperoleh ketersediaan daging ayam sebanyak 626.085 ton dengan kebutuhan konsumsi sebanyak 535.159 ton, sehingga terjadi neraca surplus sebanyak 90.926 ton.

Demikian juga untuk ketersediaan telur ayam konsumsi untuk tahun 2018 terdapat produksi sebanyak 2.968.954 ton dengan jumlah kebutuhan konsumsi 2.766.760 ton, maka diperoleh kelebihan stok nasional sebanyak 202.195 ton. Khusus untuk ketersediaan telur selama bulan puasa dan lebaran (Mei – Juni 2018) terdapat produksi sebesar 521.335 ton dan jumlah kebutuhan sebanyak 485.831 ton, sehingga ada kelebihan stok sebanyak 35.504 ton.

I Ketut menekankan, kenaikan harga seharusnya memang tidak ada jika dilihat dari data ketersediaan ayam, daging ayam dan telur saat ini dalam posisinya surplus/berlebih, bahkan sudah ekspor ke beberapa negara. “Kita harapkan harganya stabil terjangkau, jika naik pun diharapkan tidak terlalu tinggi,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sejak tahun 2015 Indonesia telah ekspor telur tetas ayam dengan jenis ayam ras ke Myanmar, dan hingga Maret 2018 jumlah komulatif yang sudah diekspor sebanyak 10.482.792 butir dengan nilai Rp. 109,60 Milyar. Sedangkan untuk ekspor daging ayam olahan sudah diekspor ke Jepang dengan volume 12,5 ton, Timor Leste dengan volume 6,6 ton dan Papua New Gini dengan volume 24 ton.

Tanggal 4 Mei 2018, Indonesia juga telah mulai ekspor perdana DOC (Day Old Chicken) ke Timor Leste sebanyak 2.000 ekor yang merupakan pengiriman awal dari total 10.000 ekor DOC yang telah disetujui untuk diekspor ke Timor Leste dan saat ini juga sedang proses untuk ekspor karkas daging ayam ke Timor Leste.

Berdasarkan data BPS, capaian ekspor sub sektor peternakan di Indonesia sangat fantastis, ekspor daging ayam tahun 2017 sebesar 325 ton (meningkat 1800% dibandingkan tahun 2016), sedangkan ekspor telur unggas sebanyak 386 ton (meningkat 27,39% dibanding tahun 2016).

Pada kesempatan tersebut, I Ketut Diarmita juga menyampaikan bahwa Ditjen PKH Kementan telah melakukan rapat koordinasi dengan para pelaku usaha perunggasan, baik integrator maupun peternak mandiri pada tanggal 5 Mei 2018 di Bali. Pada hari ini pagi hari ini juga dilakukan pertemuan kembali dengan para pelakuk usaha, dimana Dirjen PKH meminta kerjasama kepada semua pihak agar terus menjaga kestabilan harga agar tercipta iklim usaha perunggasan yang sehat dan suasana tenang dalam memasuki bulan puasa dan lebaran ini.

Dalam pertemuan dimaksud, para pelaku usaha meyakinkan pemerintah bahwa tidak ada kenaikan harga DOC FS dan kenaikan harga ayam, daging ayam dan telur selama bulan puasa dan lebaran. Saat ini para pembibit menjual DOC FS dengan harga kurang dari Rp. 5.800 per ekor. Isu kelangkaan dan kenaikan harga DOC FS lebih karena ulah oknum broker yang memanfaatkan suasana harga ayam yang bagus dan menghadapi bulan puasa serta lebaran sehingga para peternak ramai-ramai mengisi kandangnya secara bersamaan.

Musbar Ketua Peternak Layer Nasional (PLN) mengatakan, pelaku usaha pada prinsipnya mendukung untuk ikut serta menjaga harga telur dan daging ayam tetap stabil pada HBKN ini. “Ketersediaan telur di pelaku usaha cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran,” ungkapnya.

Damawi yang merupakan perwakilan dari PT. JAPFA menyampaikan, para pelaku usaha perunggasan menyepakati harga telur dan daging ayam sesuai dengan Harga Acuan Farm Gate yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Permendag No 27 Tahun 2017.

Terkait dengan isu kenaikan harga DOC, saat ini para pembibit juga menjual DOC FS dengan harga kurang dari Rp. 5.800 per ekor. Isu kelangkaan dan kenaikan harga DOC FS lebih karena ulah oknum broker yang memanfaatkan suasana harga ayam yang bagus dan menghadapi bulan puasa serta lebaran, sehingga para peternak ramai-ramai mengisi kandangnya secara bersamaan.

Direktur perbibitan dan produksi ternak Sugiono menjelaskan, pemerintah akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. “Kita harus bersinergi demi kemajuan bangsa dan terus menjaga komitmen bersama dalam memajukan dunia perunggasan, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan ekspor pun terus meningkat,” ucap Sugiono.

“Pemerintah juga telah menghimbau agar para pelaku usaha dan asosiasi perunggasan dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga-harga dan ketersediaan, sehingga yang kita harapkan masyarakat dapat beribadah di bulan ramadhan dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.

Terkait dengan upaya untuk memperlancar arus distribusi dan menjaga stabilitas harga, Sugiono menyebutkan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan telah menyiapkan beberapa titik Toko Tani Indonesia (TTI) yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk ikut terlibat dalam operasi pasar untuk memperlancar distribusi dan mendukung stabilisasi harga. “Di titik mana ada harga tinggi, pelaku usaha harus siap untuk menggerojokkan telur dan daging ayamnya,” pungkasnya.

 

Sumber : http://www.pertanian.go.id

Facebook Comments
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web Design MymensinghPremium WordPress ThemesWeb Development

Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Harus Punya Kedaulatan Pangan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pangan akan jadi komoditas yang diperebutkan negara mana pun. Oleh karena itu, negara yang tidak memiliki ketahanan dan kedaulatan pangan akan kebingungan. “Peran petani menjadi sangat penting ke depan dalam menjaga stabiltas pangan sebuah negara. Petani bakal memiliki peran strategis di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia,” ujar Jokowi usai peresmian program kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian di Sliyeg, Indramayu, mengutip Republika, Kamis (7/6). Namun demikian, Jokowi menuturkan bahwa dengan peran penting ini bukan berarti petani bisa duduk-duduk tenang dan berdiam diri. Justru, menurutnya sektor pertanian mulai sekarang harus memperbaiki diri agar produktivitasnya terus meningkat.
“Kita harus berbenah diri supaya kita bisa memenangkan kompetisi dunia ini terutama di bidang pangan,” ujarnya.
Program kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian merupakan model baru dalam memajukan perekonomian para petani melalui berbagai instrumen. Progam ini mendorong petani untuk bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa Bersama (MBB). Untuk MBB Sliyeg tercatat memiliki satu Badan Usaha Milik Desa/BUMDes Kecamatan (terdiri atas 14 BUMDes) dan satu Perkumpulan Gabungan Kelompok Tani/Gapoktan (yang terdiri atas 127 Poktan dan 7.009 Petani). Jumlah produksi padi tercatat 54.000 ton per tahun dengan total luas lahan sebesar 4.384 Ha. MMB Sliyeg merupakan salah satu pilot project kewirausahaan petani yang menerapkan sistem digitalisasi pertanian dimana digitalisasi dilakukan dengan sebuah aplikasi Logistik Tani/LOGTAN sebagai platform digital yang mengintegrasikan empat siklus pertanian (pratanam, tanam, panen, pascapanen) sehingga akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Jenis layanan MBB antara lain pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR/Non-KUR), penyaluran pupuk dan marketplace hortikultura dengan pelanggan utama petani dan BUMDes.
Baca Juga:  Umur yang Pas untuk Panen Cabai
 
Jokowi mengatakan, model bisnis seperti ini akan dievaluasi dalam enam bulan atau satu tahun ke depan. Jika program pertama di Indramayu ini sukses, pemerintah akan melakukannya untuk kelompok tani di daerah lainnya. “Intinya kita ingin membangun sebuah organisasi korporasi petani yang lebih efisien, yang bisa memberikan keuntungan besar kepada petani dan model-model seperti ini-lah yang saya kira bisa dikembangkan karena memang keuntungan terbesar adalah pascapanen,” ungkap Jokowi.     sumber : https://www.pertanianku.com/jokowi-tegaskan-indonesia-harus-punya-kedaulatan-pangan/

Komoditi Daging Ayam Broiler di Kota Sukabumi Mengalami Penurunan Harga Sebesar 10 Persen

Reporter / Redaktur : ENDANG SUKARDI Komoditi Daging Ayam Broiler di Kota Sukabumi, pekan ini mengalami penurunan harga sebesar 10 persen atau sebesar 2 ribu rupiah, dari harga pekan lalu sebesar 40 ribu rupiah menjadi 38 ribu rupiah per kilogram. Adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya penurunan harga terhadap komoditi tersebut, menurut Kepala Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., karena permintaan terhadap komoditi tersebut mengalami penurunan, sehingga harga komoditi tersebut terkoreksi turun. Sementara komoditi Cabe Rawit Hijau, mengalami kenaikan harga sebesar 20 persen atau sebesar 4 ribu rupiah, dari harga pekan lalu sebesar 20 ribu rupiah menjadi 24 ribu rupiah per kilogram, dan komoditi Kemiri Kupas mengalami kenaikan harga sebesar 15,7 persen atau sebesar 6 ribu rupiah, dari harga pekan lalu sebesar 38 ribu rupiah menjadi 45 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan faktor yang menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga terhadap kedua komoditi tersebut, karena pasokan kedua komoditi tersebut mengalami penurunan, yang mengakibatkan harga kedua komoditi tersebut terkoreksi naik. Saat dikofirmasi tentang harga barang-barang pokok dan barang-barang penting strategis lainnya di Kota Sukabumi, seperti dijelaskan Kepala Diskop UKM-PP Kota Sukabumi relatif stabil, serta fluktuasi harganya pun masih dalam batas kewajaran. Antara lain, Beras Ciherang 11 ribu 600 ratus rupiah, Beras IR 64 KW 1 Jampang 10 ribu rupiah, dan Beras IR 64 KW 2 Jampang 9 ribu 400 rupiah, serta Daging Sapi dan Kerbau 110 ribu rupiah, Daging Kambing 100 ribu rupiah, Telur Ayam Ras 24 ribu rupiah, Ikan Mas Segar 25 ribu rupiah, dan Ikan Nila Segar 27 ribu rupiah per kilogram. Kemudian Minyak Goreng dalam kemasan 13 ribu 750 rupiah per liter, Minyak Goreng Curah 12 ribu rupiah, Gula Pasir 12 ribu rupiah, Tepung Terigu 7 ribu rupiah, Bawang Merah 32 ribu rupiah, Bawang Putih 22 ribu rupiah, Cabe Merah TW 30 ribu rupiah, Cabe Rawit Merah 28 ribu rupiah, Kentang 13 ribu rupiah, Kacang Hijau 20 ribu rupiah, dan Kacang Kedelai 9 ribu rupiah per kilo gram. Selanjutnya Susu Kental Manis 10 ribu rupiah per kaleng, Susu Bubuk 400 gram 35 ribu rupiah per doos, Gas Elpiji 3 kilogram 20 ribu rupiah, Gas Elpiji 12 kilogram 144 ribu 500 rupiah, dan Minyak Tanah 15 ribu rupiah per liter. Kepala Diskop UKM-PP Kota Sukabumi mengatakan, stok barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang penting strategis lainnya, di Kota Sukabumi cukup tersedia, serta penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar.     sumber : http://portal.sukabumikota.go.id/5432/komoditi-daging-ayam-broiler-di-kota-sukabumi-mengalami-penurunan-harga-sebesar-10-persen/

Ungkap Rasa Syukur, Kementan Gelar Buka Bersama Yatim dan Dhuafa

Jakarta, 6 Juni 2018 - Kementerian Pertanian menggelar acara silaturahmi dan buka bersama di Auditorium Gedung A Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan rasa syukurnya atas sejumlah pencapaian hasil kerja keras seluruh jajaran di Kementerian Pertanian. 
 
"Yang dulu kita impor jagung, sekarang kita ekspor. Bawang dulu impor, sekarang ekspor, juga ayam sekarang kita ekspor," jelas Menteri Amran.
"Ini adalah bagian dari pesan Presiden, agar kita hadir di sisi rakyat, hadir di sisi petani. Tidak ada lagi alasan petani rugi, kalau panennya gagal, kalau banjir, diganti asuransi, kalau terkena hama ada asuransi. " lanjut Mentan. 
 
Menambah rasa syukur atas berbagai pencapaian - termasuk laporan keuangan BPK RI dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dalam acara ini Kementerian Pertanian juga memberikan santunan pada sejumlah anak yatim dan dhuafa. Selain itu tanda cinta juga diberikan pada sejumlah pegawai di lingkungan Kementerian Pertanian. Pemberian santunan dan tanda cinta disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. 
 
Dalam nasihat menjelang waktu berbuka puasa, Ust.Yusuf Mansur menyampaikan, bahwa segala pencapaian yang diraih Kementerian Pertanian tak lepas dari pertolongan ALLAH SWT, yang Maha Menguasai seluruh alam semesta. Dan pertolongan ALLAH sangat dekat, jika kita taat dan berusaha menyempurnakan perintah-perintah NYA. Saat pertolongan ALLAH dekat, uang - harta, menjadi tidak ada artinya. Bersedekah dan berdoa, adalah salah satu amalan yang akan mendatangkan pertolongan ALLAH SWT. "Maka minta lah pada ALLAH hajat-hajat kita. Sebutkan permintaan kita dengan penuh keyakinan. Jagung, ayam, daging, bawang, semua. Agar ALLAH beri kemudahan.
 
 
 
sumber : http://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3234

Keroyok Distribusi Cabai dan Bawang, 5 Pelaku Usaha Bermitra Petani

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Jenderal Hortikultura menggelar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) dan Petani Champion Cabai dengan Ketua Induk Koperasi Kepolisian Negara (INKOPPOL) Republik Indonesia, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan retail PT. Midi Utama Indonesia, Tbk. Proses penandatanganan tersebut disaksikan langsung Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
 
ABMI dan Petani Champion Cabai merupakan pemasok. Sementara PT. PPI, HKTI, INKOPPOL, KTNA dan PT Alfa Midi merupakan distributor dan tata niaga pemasaran bawang merah dan aneka cabai.
 
Mentan Amran menjelaskan penandatanganan MoU tersebut bertujuan menjamin ketersediaan dan harga bawang merah dan aneka cabai selama bulan Ramadhan hingga lebaran stabil dalam jangka menengah secara berkelanjutan. Jadi, selain menggenjot produksi, upaya lain yang dilakukan Kementan yakni dengan mengajak para retailer, koperasi, organisasi yang mewakili kepentingan petani untuk bekerja sama secara terintegrasi dari ke hulu hingga hilir.
 
“Dengan begitu, akan terjadi efisiensi rantai pasok dari petani sampai retail, sehingga pasokan lancar dan harga stabil,” demikian tegas Amran pada acara penandatanganan MoU sekaligus Launching Unit Layanan Terpadu Satu Pintu di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).
 
Menurut Amran, ada beberapa alasan pasokan dan harga pangan pokok tahun ini stabil. Pertama, komoditas strategis yang sebelumnya diimpor, yakni cabai, bawang merah, beras, daging ayam dan telur sekarang tidak lagi impor, tapi justru diekspor. Kedua, dalam 10 tahun terakhir ekspor naik 24 persen.
 
Berdasarkan data Kementan, adapun perkiraan ketersediaan aneka cabai dan bawang merah selama bulan Ramadhan atau bulan Mei-Juni 2018 dipastikan surplus. Pertama, untuk cabai besar, ketersedianya di bulan Mei mencapai 106.242 ton, sedangkan kebutuhan hanya 97.741 ton, sehingga surplus 8.501 ton. Cabai besar di bulan Juni pun surplus 8.004 ton, karena ketersediaanya mencapai 104.935 ton sementara kebutuhan hanya 96.931 ton.
 
Kedua, ketersediaan cabai rawit di bulan Mei dan Juni pun surplus yakni masing-masing 8.085 ton dan 8.340 ton. Ini terlihat dari ketersediaan di bulan Mei mencapai 83.315 ton dan Juni 84.872 ton, sedangkan kebutuhan di bulan Mei hanya 75.230 ton dan Juni 76.532 ton.
 
Ketiga, ketersediaan bawang merah juga surplus di bulan Mei dan Juni. Di bulan Mei, ketersediaan bawang merah mencapai 127.152 ton, besarnya kebutuhan hanya 112.321 ton sehingga surplus 8.085 ton. Begitu pun di bulan Juni, ketersediaan bawang merah 125.500 ton, sementara kebutuhan hanya 116.501 ton, sehingga surplus 8.999 ton.
 
“Dengan demikian, ketersediaan bawang merah dan aneka cabai selama bulan Ramadhan aman. Tidak ada gejolak, baik pasokan maupun harga,” tegas Amran.
 
Dalam penandatanganan MoU ini, hadir Direktur Perdagangan Dalam Negeri PT. PPI, Anton Mart Irianto, Ketua INKOPPOL, Irjen Pol (Purn) Drs, H. Yudi Sushariyanto, Sekjen HKTI, Mayjen TNI (Purn) Bambang Budi W, Ketua KTNA Nasional, Winarno Tohir, Pimpinan PT Alfa Midi, Gandhi Hadiwitanto, Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Juwari, dan Champion Cabai, Tunov Mondro A.
 
Untuk informasi, MoU ini bukan hanya untuk menghadapi ramadhan saja, tetapi akan berkelanjutan.
 
 
 
 
sumber : http://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3199

Perlancar Distribusi, 6 Kapal Khusus Ternak Mulai Beroperasi Tahun ini

Jakarta, Untuk memperlancar distribusi ternak dari daerah produsen ke daerah konsumen, saat ini enam (6) kapal khusus ternak siap beroperasi melayani pengangkutan ternak. Hal tersebut disampaikan oleh Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kantor Kementerian Pertanian.   “Keberadaan kapal khusus angkutan ternak ini menjadi salah satu instrumen moda angkutan untuk mendistribusikan ternak dari daerah produsen ke daerah konsumen,” ungkap Fini. Fini menegaskan, kapal khusus ternak tidak hanya sebagai alat angkut, tapi lebih sebagai representasi pemerintah untuk mulai menata perdagangan dan lalulintas pemasukan dan pengeluaran ternak di wilayah sentra ternak menuju daerah konsumen. Menurut Fini, sebelumnya kapal khusus angkutan ternak baru ada satu, yaitu KM Camara Nusantara 1 dengan trayek Kupang/Waingapu – Tanjung Priok DKI Jakarta. Saat ini Kementerian Perhubungan telah meluncurkan kembali 5 kapal khusus angkutan ternak, sehingga jumlah kapal khusus ternak menjadi 6 (enam) unit yang akan beroperasi dari daerah NTT, NTB dan Bali ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bengkulu, Kalsel, Kaltim dan Sulsel. Pada bulan Mei 2018 telah dioperasionalkan 3 unit kapal, yaitu KM Camara Nusantara 3 dengan trayek Kupang NTT menuju Tanjung Priok Jakarta dan Bengkulu. Kemudian KM Camara Nusantara 4 dengan trayek NTB (Bima-Badas-Lembar) menuju Pare-pare Sulawesi Selatan dan Balikpapan Kalimantan Timur. KM Camara Nusantara 6 juga telah beroperasi yang akan memperkuat trayek NTB menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan. Selanjutnya pada tanggal 25 Mei 2018 lalu telah diluncurkan pelayaran perdana 2 kapal ternak yaitu KM Camara Nusantara 2 dengan trayek NTT (Kupang–Wini–Atapupu) menuju Tanjung Priok Jakarta dan KM Camara Nusantara 5 yang berpangkalan di Celukan Bawang Buleleng Bali menuju Tanjung Priok Jakarta dilanjutkan menuju Kupang NTT kemudian menuju Samarinda Kalimantan Timur. Sejak tahun 2016 sampai saat ini, Kapal Khusus Ternak Camara Nusantara 1 tercatat telah berlayar 48 kali dan telah mengangkut ternak sebanyak 24.235 ekor dari Pelabuhan Tenau Kupang ke Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta. Loading Factor kapal mencapai 100%. Fini mengatakan, kapal khusus ternak didesain khusus untuk mengangkut ternak, sesuai kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare) sehingga menekan tingkat stress ternak, sehingga mampu menjaga bobot ternak dari susut yang berlebihan. Selain itu, dengan jaminan asuransi setiap tarif angkutan ternak yang dibayar, pemilik ternak lebih terjamin terhindar kerugian di dalam setiap pelayaran. “Apalagi dengan adanya dokter hewan di kapal tersebut, kesehatan ternak betul-betul dijaga dengan baik,” ucap Fini. Pemanfaatan kapal khusus ternak ini juga akan dioptimalkan untuk mengisi muatan balik kapal dengan produk yang dibutuhkan di daerah produsen, sehingga terjadi peningkatan hubungan perdagangan yang lebih baik antar daerah. “Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektifitas pemanfaatan dari pola ships follow the trade menjadi ships promote the trade,” tambahnya. Fini menjelaskan, sebagai suatu jasa layanan publik keberadaan kapal ternak ini juga harus disertai sosialisasi bagi para calon pengguna kapal yang disertai juga perhitungan ekonomi bidang peternakan terkait manfaat dan keuntungan pemanfaatan kapal tersebut. Selanjutnya, perlu peran aktif pemerintah daerah yang harus memberikan pemahaman kepada pelaku usaha calon pengguna kapal di daerahnya agar bersinergi dengan pemangku kepentingan di wilayah tersebut. “Dengan adanya kapal khusus ternak ini kita berharap keberadaan ternak dan dinamika ketersediaan ternak di Indonesia dapat terpantau dengan baik, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah dalam penyediaan daging sapi menjadi lebih optimal,” pungkasnya.     sumber : http://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3220
Terima kasih telah berkunjung ke website Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi