Selamat Datang di Media Informasi Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi

Manfaat dan Bahaya Susu Kedelai

susu_kedelai

Susu kedelai diyakini memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, di tengah banyaknya dukungan terhadap susu nabati ini, ada juga beberapa pakar yang mengatakan bahwa susu kedelai ternyata tidak sesehat yang kita kira selama ini.

Konon, pengolahan kacang kedelai menjadi minuman telah dilakukan sejak abad II di negeri Cina. Dari Negeri Tirai Bambu tersebut minuman ini kemudian berkembang ke Jepang dan ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.

Susu kedelai diunggulkan karena kadar protein dan asam amino yang terkandung di dalamnya hampir sama dengan susu sapi, bahkan susu kedelai memiliki keunggulan lain, yaitu tidak mengandung kolesterol sama sekali. Kenyataan ini tentu saja menggembirakan para pelaku diet rendah lemak. Ada lagikah manfaat lainnya dari minuman berwarna putih kekuningan ini?

1. Menghambat Osteoporosis
Osteoporosis atau keropos tulang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Namun, wanita mempunyai peluang untuk mengalaminya 4 kali lebih besar dibandingkan pria, khususnya bagi mereka yang telah mengalami menopause. Pada masa menopause, hormon estrogen yang berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium menurun kadarnya. Untunglah ada susu kedelai yang mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa yang mirip dengan estrogen yang artinya dapat membantu mencegah osteoporosis.

2. Cegah Serangan Jantung & Stroke
Seperti halnya kacang tanah, jagung, dan bunga matahari, kedelai dan produk turunannya seperti susu kedelai, pun mengandung kadar lesitin yang tinggi. Menurut berita yang dimuat dalam Biocontrol News and Information, Discover & Science News, lesitin memiliki sifat emulsif lemak.  Lemak yang mengendap di dalam jaringan tubuh, jika dibiarkan terus menumpuk, lama kelamaan akan menyebabkan berbagai penyakit seperti sakit jantung, dan stroke. Konsumsi susu kedelai secara rutin, plus mengurangi asupan makanan berlemak, dapat mencegah risiko dua penyakit membahayakan tersebut.

3. Mengembalikan vitalitas
Ini masih berkaitan dengan kegunaan lesitin. Lesitin nabati, memiliki sifat superior sebagai peremaja sel, dibandingkan dengan lesitin dari sumber pangan hewani. Karena mampu meremajakan sel, itu berarti lesitin juga mampu menjaga dan mengembalikan vitalitas, serta memperkuat daya tahan tubuh.

4. Pengganti susu sapi
Salah satu alasan mengapa susu kedelai dianggap sebagai alternatif lain pemasok protein selain susu sapi adalah karena mutu protein susu kedelai hampir sama dengan mutu protein susu sapi. Protein eficiency ratio (PER) susu kedelai adalah 2,3 sedangkan PER susu sapi adalah 2,5. PER 2,3 artinya dalam setiap gram protein yang dimakan akan menghasilkan pertambahan berat badan sebesar 2,3 gram. Dengan demikian, semakin tinggi nilai PER mencerminkan semakin baik mutu protein tersebut.

5. Cocok bagi penderita intoleransi laktosa
Keunggulan lain susu kedelai adalah ketiadaan laktosa, sehingga susu ini cocok untuk dikonsumsi penderita intoleransi laktosa, yaitu seseorang yang tidak memunyai enzim laktase dalam tubuhnya.

Kontroversi Susu Kedelai
Ada manfaat, ada kerugian. Seperti keping mata uang yang saling berlawanan, demikian juga lah yang terjadi pada susu kedelai. Berikut ini beberapa fakta merugikan yang ditemukan oleh para ahli:

1. Efek Negatif Terhadap Janin
Sebuah penelitian yang dilakukan di Los Angeles, Amerika, mengungkapkan bahwa uji coba terhadap tikus hamil yang diberi senyawa fitoestrogen dan isoflavon ternyata berdampak buruk terhadap perkembangan janin. Hal serupa ditakutkan bisa terjadi juga pada manusia. Fakta yang sempat mengejutkan banyak orang tersebut didukung pula oleh pernyataan tim kesehatan dari Sinai Medical Center, dalam sebuah simposium internasional tahun 1999 yang khusus membahas peranan kedelai dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit kronis.

2. Pengaruhi Organ Reproduksi Jantan
Para ilmuwan di John Hopkins School of Public Health kembali melakukan penelitian mengenai pengaruh kedelai pada tikus hamil. Tikus-tikus tersebut diberi senyawa genistein – sebuah senyawa yang terdapat pada kedelai. Setelah melahirkan, ditemukan keganjilan pada anak-anak tikus jantan. Anak tikus jantan yang memiliki kandungan genistein tinggi (yang diturunkan oleh ibunya) ternyata memiliki kelenjar prostat yang lebih besar dan testis yang lebih kecil walau jumlah spermanya normal.

3. Berbahaya bagi kesuburan
Ada pula kabar tentang hasil penelitian Profesor Lynn Fraser dari King’s College London yang menyatakan bahwa genistein yang terkandung dalam kedelai bisa berdampak negatif terhadap kesuburan. Pendapat ini cukup sering dikutip, utamanya dalam artikel-artikel yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Katanya, genistein berpotensi menggagalkan pembuahan. Tes sudah dilakukan pada tikus maupun percobaan terhadap sel sperma di laboratorium.

4. Memblokir asupan mineral
Di dalam susu kedelai terdapat phytic acid atau phytates yang dapat menghalangi kemampuan tubuh menyerap beberapa mineral, di antaranya adalah magnesium, kalsium, dan zat besi.

Jadi, Apakah susu kedelai layak diminum rutin atau tidak? Sebagai bahan pertimbangan, dari situs seperti BBC, ABC Television, dan beberapa situs lain yang membahas soal susu kedelai, masih ada silang sengketa mengenai manfaat dan bahaya susu kedelai. Ada pakar kesehatan yang berpendapat, kalau memang kedelai memiliki dampak negatif yang cukup signifikan, seharusnya dampak tersebut sudah bisa terlihat dari sekarang. Mungkin lebih baik mengikuti kata pepatah – “Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik”. Tetapi, tentu saja keputusan ada di tangan Anda.

Facebook Comments
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web Design MymensinghPremium WordPress ThemesWeb Development

Mentan Hadiri Panen Raya di Demak Seluas 7.000 Hektar

Demak (23/1) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadiri panen raya Desa Sari Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Selasa (23/1). Setelah kemarin meninjau panen raya di Bojonegoro, Jawa Timur, kini pantauan beralih ke Provinsi Jawa Tengah. Luas sawah yang dipanen di Demak kali ini seluas 7 ribu hektare.  Pada kesempatan panen tersebut, Amran menegaskan komitmennya untuk selalu membela kepentingan petani. "Petani sudah tahu hati nurani saya. Seperti arahan Presiden, harus hadir  ditengah-tengah petani. Kalau petani menangis, kita harus hadir di sampingnya," ucap Amran.  Komitmen Amran juga didukung oleh Aster KASAD TNI-AD Mayjen Supartodi. Dalam pernyataannya seusai melakukan panen, Supartodi menegaskan komitmen TNI untuk mendukung ketahanan pangan nasional. "Kita harus mendukung pak menteri. Bersama-sama dengan kementan, PPL dan gapoktan, meningkatkan produk-produk pertanian di seluruh indonesia," tegasnya.  Bupati Demak HM Natsir menyebutkan luas lahan yang siap panen kali ini kurang lebih seluas 7 ribu hektare. Bahkan dua minggu lagi, diperkirakan panen akan mencapai luasan yang lebih besar lagi, setidaknya 38 ribu hektare.  "Ini bisa memenuhi kebutuhan kita, bukan hanya Demak, tapi juga daerah-daerah lainnya. Jika panen seperti ini, kami yakin Demak akan surplus dan tidak kekurangan pangan, " ujar Natsir.  Natsir juga mengapresiasi bantuan yang telah diberikan Kementan yang telah dimanfaatkan masyarakat Demak, terutama petani. Bantuan tersebut telah dimanfaatkan maksimal sehingga produktivitas meningkat. "Insya Alah Jateng tetap menjadi penopang beras tertinggi," ucapnya. Apresiasi terhadap produktivitas padi di Demak maupun Jawa Tengah turut disampaikan oleh Komisioner KPPU Syarkawi Rauf. Dirinya pun menjanjikan bahwa KPPU akan terus bersinergi dengan Satgas Pangan untuk mengawasi distribusi beras.  "Kami harus memastikan bahwa tidak ada sekelompok orang yang menganggu distribusi, sehingga produk pertanian yang kita hasilkan seperti hari ini bisa sampai ke pasar dengan jumlah dan harga yang baik, sesuai dengan harapan petani," ungkap Syarkawi.  Senada dengan Bupati dan petani, Anggota DPD RI Denty Ekapratiwi juga tidak menyetujui dilaksanakannya impor. Denty yang turut hadir pada saat panen raya mengungkapkan harapannya agar pemerintah mempertimbangkan lagi kebijakannya.  "Saat ini petani sekuat tenaga menghasilkan panen padi yang sudah baik. Untuk itu kami dan kita semuanya menginginkan semangat petani diimbangi dengan kebijakan yg betul-betul memihak," ungkapnya.      
Sumber : http://www.pertanian.go.id/ap_posts/detil/1454/2018/01/24/07/04/48/Mentan%20Hadiri%20Panen%20Raya%20di%20Demak%20Seluas%207-000%20Hektar

Tiap Hari Ada Tanam, Tiap Hari Ada Panen, Kabupaten Alor Siap Swasembada Pangan

Alor (23/1) - Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Pembangunan Infrastruktur Pertanian, Dr. Ir. Ani Andayani, M.Agr, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas keberhasilan Kabupaten Alor dalam upaya membangun ketahanan pangan di wilayah tersebut. “Saya ucapkan terima kasih, khususnya kepada Kadis Pertanian Kabupaten Alor, Bapak Yustus Dopong Abor, atas kerja kerasnya selama ini. Sehingga, untuk target Oktober-Maret (Okmar), sudah tercapai di bulan Januari ini 104%. Itu merupakan suatu capaian yang membanggakan,” ujar Ani saat memberikan sambutan dalam acara Panen Simbolis Padi Organik, di Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/1/2018). Ani menjelaskan, hal ini juga tak lepas dari  peran Pemda Kabupaten Alor, Camat, Dandim, Penanggung Jawab Upsus wilayah Kabupateh Alor dan seluruh masyarakat. “Saya ingat betul waktu saya datang pertama kali. Pak Bupati ada program khusus untuk model di kelompok tani. Satu hektare diberi Rp4 juta, di mana Rp1 juta untuk pembebasan lahan dan 'land clearing', Rp3 jutanya untuk operasional. Terima kasih dukungannya, Pak Bupati,” tuturnya. Ini artinya, lanjut Ani, share itu pertanda kita sudah gayung bersambut. Program dari pusat itu didampingi oleh program-program dari APBD. Bahkan kini, menurutnya, ada Satgas Pangan yang telah melibatkan pihak Kepolisian dan TNI-AD khususnya Kodim 1622 Alor, yang telah membantu dan bersinergi dengan semua pihak terkait dalam rangka pengamanan dan pengawalan untuk keberadaan pangan.  “Untuk itu, saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI-AD, jajaran Kepolisian, khususnya di Kabupaten Alor ini, atas sinergitas dan kebersamaan kita selama ini, sehingga bisa mencapai capaian-capaian terbaik,” tutur Ani, selaku penanggung jawab Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung Kedelai (Pajale ) Provinsi NTT tersebut. Kemudian, Ani juga menambahkan, sebagai upaya mendorong percepatan program swasembada pangan,  Presiden RI telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk bisa mengakses Dana Desa yang diperuntukkan untuk pembangunan embung kecil dan bangunan tata air irigasi lainnya. Menurutnya, dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang bisa diakses itu, dari capaian serapan selama ini, memungkinkan untuk bisa dinaikkan lagi sebagai belanja komponen irigasi. “Dan itu sudah ada Inpresnya. Baru saja terbit tanggal 11 Januari 2018 kemarin,” ungkapnya.  Ani menegaskan, kalau belanja pembangunan irigasi itu merupakan suatu keputusan dari musyawarah desa, itu bisa diangkat untuk akses dari Dana Desa. Jadi, jelas Ani, Dana Desa tidak hanya untuk infrastruktur di pedesaan seperti jalan, bangunan, ataupun alat-alat yang lain. Tetapi bisa pula utk irigasi, sehingga ketahanan pangan bisa lancar. Dengan seluruh penunjang tersebut, Ani berharap tingkat produksi, produktivitas, dan ketersediaan pangan di NTT, khususnya di Kabupaten Alor, semakin meningkat. “Mudah-mudahan, dengan semangat kita, tiap hari ada tanam, tiap hari ada panen, kita bisa swasembada,” tandasnya. Perlu diketahui, di Desa Malaipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, memiliki luas areal kurang lebih 40 hektare, dengan jumlah 208 kepala keluarga tani. Panen kali ini,  produktivitas padi organik dari Desa Malaipea per hektare rata-rata hampir 5 ton, dan sudah bisa panen 3 kali dalam setahun. Kesuksesan desa tersebut tentu saja mendapat apresiasi dan pujian dari semua pihak, khususnya dari Bupati Alor, Amon Djobo. “Saya bangga dengan masyarakat saya di Malaipea ini. Walaupun jauh dari kabupaten, transportasi dan komunikasi sedikit ada hambatan, masyarakat di sini sudah bisa 3 kali panen. Di kecamatan lain di Alor ini, lahan cukup, air cukup, manusianya ada, tapi tidak sampai 3 kali panen seperti di Malaipea ini,” kata Amon.   Ini, menurutnya, disebut sebagai mukjizat. "Jadi, masyarakat Malaipea kalau besok itu kiamat,penduduk sini akan masuk surga," demikian kelakar Bupati Alor tersebut memotivasi petaninya. “Kami tahu, orang lain bisa, kenapa kami tidak bisa. Tuhan menganugerahkan alam bagi kami. Tuhan juga menganugerahkan cuaca yang baik bagi kami. Tuhan juga menganugerahkan air yang berlimpah bagi kami. Tinggal bagaimana kemauan baik kami. Tinggal bagaimana kami punya semangat untuk mengelola lahan ini menjadi aset yang luar biasa bagi kami,” imbuhmya. Amon mengakui, semua capaian keberhasilan di bidang pertanian Kabupaten Alor tersebut tak bisa dijauhkan dari peran para pejabat, baik di tingkat pusat maupun provinsi, yang intensif mendampingi rakyat. Sehingga, program Upsus yang dicanangkan pemerintah pusat betul-betul bisa menyentuh kepentingan rakyat.  “Kita berharap, berkat kerja sama semua pihak tersebut, masyarakat Alor bisa tumbuh menjadi masyarakat yang kenyang, sehat, dan pintar,” pungkasnya. Selain dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Dr. Ir. Ani Andayani, M.Agr; Bupati Alor, Amon Djobo, Panen Raya tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Alor, Martinus Alopada; Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan NTT Dr. Adang Warya selaku penanggungjawab Upsus kab Alor,  Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc; Sekretaris Dinas Pertanian Prov. NTT, Miqdonth; dan Camat Alor Selatan, Marthen G. Moubeka. Hadir pula WaKapolres Alor, Dandim 1622 Alor, Asisten 1 dan Asisten 2 Pemkab Alor, tokoh adat, tokoh agama, penyuluh dan  masyarakat Alor Selatan, khususnya warga Desa Malaipea, dan Desa tetangga di lembah Mainang dengan total audiens sekitar 100 orang.      
Sumber : http://www.pertanian.go.id/ap_posts/detil/1456/2018/01/24/08/48/59/Tiap%20Hari%20Ada%20Tanam-%20Tiap%20Hari%20Ada%20Panen-%20Kabupaten%20Alor%20Siap%20Swasembada%20Pangan

Rakernas Pembangunan Pertanian 2018 Untuk Mengangkat Kesejahteraan Petani

Jakarta (15/1) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2018 yang berlangsung di Jakarta, Senin 15 Januari 2018.  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya memaparkan capaian Kementerian Pertanian. “Alhamdulillah, dua tahun terakhir, di tahun 2016 dan 2017 kita tidak ada impor beras. Harga di 2017 pun merupakan harga beras terstabil selama 10 tahun terakhir” ujar Mentan. “Bawang merah dulu kita negara pengimpor, sekarang kita menjadi negara pengekspor, Indonesia telah mampu mengekspor bawang merah ke enam negara” ujar Mentan. Dahulu kita impor 3,6 juta ton jagung, senilai Rp 12 triliun, namun sekarang kita sudah berhasil mengekspor jagung,  “ini sejarah baru bagi Indonesia” tambahnya. Mentan menuturkan untuk meningkatkan kesejahteraan, akan dilakukan beberapa pendekatan kesejahteraan kepada para petani. Pertama, mengarahkan seluruh ditjen di Kementerian Pertanian. Ditjen Perkebunan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura, Ditjen Sarana dan Prasarana semuanya mengarahkan bantuan kepada masyarakat yang ada di pedesaan yang tidak mampu supaya mereka berpendapatan, yakni 17 juta penerima rastra (beras sejahtera).  “Contohnya kalau ada Rumah Tangga penerima rastra, kami berikan ayam 10-20 ekor, bisa jadi ada 10 juta ekor kita bagikan di tahun 2018”, lanjutnya. Kedua, pemberian combine harvester pengganti sabit bagi masyarakat yang bekerja di pertanian. “Yang dulu panen dengan menggunakan sabit kami fokuskan dengan combine harvester, mereka bisa dapat 3-4 juta perhari, kalau dibagikan 10 orang artinya bisa dapat 300 ribu perhari, atau minimal 200 ribu keuntungan, perbulan bisa 4-5 juta”, tambahnya.  Mentan juga menyampaikan akan melakukan pengoptimalan potensi besar pada lahan rawa. “Kurang lebih ada 10 juta hektar lahan rawa yang berpotensi untuk dibangunkan” ujarnya. Diakhir sambutannya, Mentan menyampaikan bahwa pertanian tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan sinergi semua pihak untuk bahu membahu meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Rakernas ini dihadiri oleh lebih dari 1.700 peserta yang terdiri dari sejumlah pejabat dan instansi terkait diantaranya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Kementan Provinsi/Kabupaten/Kota, KPK, Mabes Polri, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Aster KSAD, Dirjen Sumber Daya Air Kemenpur, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kemendes), Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Danrem, dan Dandim.     Sumber : http://www.pertanian.go.id/ap_posts/detil/1446/2018/01/16/15/31/59/Rakernas%20Pembangunan%20Pertanian%202018%20Untuk%20Mengangkat%20Kesejahteraan%20Petani

Pemerintah Bagikan 180 Ribu Alat Mesin Pertanian

Hingga kini, pemerintah sudah membagikan 180 ribu alat mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di seluruh Indonesia. Pembagian alsintan bertujuan meningkatkan hasil panen petani.   “Sampai saat ini sudah 180 ribu alsintan yang sudah dibagikan pemerintah kepada para petani dalam bentuk traktor roda dua, roda empat, alat untuk tanam, dan combine harvester serta yang lainnya,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, dikutip dari Republika, Kamis (21/12). Ia berharap dengan adanya alsintan bisa mempercepat pengolahan tanah dan juga panennya para petani. Selain itu, para petani juga bisa lebih efisien dalam hal bekerja dan tentu bisa mempercepat masa tanam. Sebab, menurut Momon, pengerjaan dengan mesin jauh lebih cepat daripada manual.
 
“Bantuan ini untuk mempercepat masa tanam, karena dengan alsintan bisa mengefisiensi 30—40 persen waktu dan hasilnya lebih banyak,” jelasnya. Momon mengutarakan, jika dilihat dan diamati lagi, saat ini para petani rata-rata sudah menggunakan alsintan dalam mengolah sawah mereka. “Sekarang coba cari yang mengolah lahan pakai cangkul, sudah hampir tidak ada ‘kan, tapi mereka sudah menggunakan traktor roda dua semua,” ujarnya. Lebih lanjut ia memaparkan, saat para petani menggunakan alsintan, maka hasilnya pun akan berbeda dengan cara tradisional karena bisa menekan terjadinya pembuangan gabah ketika dipanen, berbeda ketika menggunakan arit. Dia menilai, dari segi harga gabahnya pun ada perbedaan yang cukup signifikan. Misalnya ketika petani menggunakan combine harvester, harga gabahnya juga jauh lebih mahal ketimbang menggunakan mesin biasa. Momon menyampaikan untuk sektor pertanian di masa depan, ia menginginkan para petani tidak lagi didominasi oleh orang tua, namun anak muda juga bisa terjun langsung mengolah lahan pertanian dengan adanya teknologi ini.    
Sumber : https://www.pertanianku.com/pemerintah-bagikan-180-ribu-alat-mesin-pertanian/

Bulog Jabar Targetkan 7.000 Rumah Pangan Guna Stabilkan Harga

Perum Bulog Jabar, targetkan 7.000 rumah pangan demi menjaga stabilisasi harga pangan di Jawa Barat. Sudah ada ribuan outlet penjualan pangan pokok milik masyarakat dengan nama Rumah Pangan Kita (RPK) yang dibina oleh Perum Bulog Jawa Barat ini. Kepala Bulog Divre Jabar, M. Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, saat ini Bulog Divre Jabar telah membentuk 5.000 RPK yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jabar. “Sampai akhir 2017 ini ditargetkan total 7.000 RPK di Jabar sehingga realisasi akan mencapai 110 persen dari target,” kata dia, Rabu (27/12).
 
Ia pun menuturkan, sekitar 30 persen jumlah RPK berada di Bandung Raya. Sisanya, tersebar di perkotaan dan kabupaten di Jabar. Saat ini, sebanyak 5.000 RPK hadir di seluruh Jabar dan akan bertambah 2.000 unit lagi pekan depan sehingga jumlahnya menjadi 7.000 RPK. Sugit memaparkan, RPK diinisiasi sejak 2015 dalam rangka stabilisasi harga pangan. Idealnya, RPK hadir di setiap rukun warga (RW) yang kini baru satu RPK per desa. Jika satu RPK per RW terwujud, diharapkan akan menjadi pengganti titik distribusi yang arah konsepnya melayani bantuan pangan nontunai. “RPK jadi andalan. Pengelola RPK mendapat nilai tambah dan masyarakat sekitar mendapat harga pangan lebih murah dan terjangkau,” kata Sugit. Menurutnya, kondisi Jabar saat ini fluktuasi harga pangannya tidak tinggi. Khususnya di Bandung, jika ada harga yang naik, maka Bulog akan langsung turun ke RPK menambah pasokan secara besar-besaran. Sugit menyadari, keuntungan yang diperoleh pedagang/pemilik RPK atau yang akrab disebut “sahabat RPK” memang relatif kecil. Akan tetapi, sahabat RPK turut membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok, meringankan biaya masyarakat dengan harga yang lebih murah dibanding pasaran, sekaligus menjaga kestabilan harga pangan pokok.    
Sumber : https://www.pertanianku.com/bulog-jabar-targetkan-7-000-rumah-pangan-guna-stabilkan-harga/
Terima kasih telah berkunjung ke website Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi