Selamat Datang di Media Informasi Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi

Pengumuman Hasil Seleksi Student Gathering in KAC 2016

.

Berdasarkan hasil seleksi atas pendaftar yang masuk ke Panitia, dengan ini disampaikan Calon Peserta “Student Gathering in KAC tahun 2016” sebagai berikut :

No Nama Lengkap Asal Sekolah
1 Resti Pratiwi SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
2 Indah Herawanti SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
3 Iip Suryani SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
4 Divani Syahida Luthfiah SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
5 Shania Zachra Nurfuadi SMA Negeri 4 Kota Sukabumi
6 Ramlan Saputra MA Syamsul ‘Ulum
7 M. Ma’mur Abdul Aziz MA Syamsul ‘Ulum
8 Fatur Rahman Qorib MA Syamsul ‘Ulum
9 Hasbi Abdul Al Wahhab Khoerudin MA Amal Islami
10 Ilham Fadyllah SMK Negeri 4 Kota Sukabumi
11 Fadlullah MA Syamsul ‘Ulum
12 Shifa Halimatu’Sadiyyah MA Syamsul ‘Ulum
13 Sinta Bella MA Syamsul ‘Ulum
14 Nazma Mutmainnah MA Baiturrahman
15 Nurhalimah MA Baiturrahman
16 Nudia Akmila MA Amal Islami
17 Desi Maulani MA Amal Islami
18 Wulan Rahayu Nurwanda Utami SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
19 Siska Nur Fidyanti SMA Pelita Madania
20 Handi Nurohman MA Syamsul ‘Ulum
21 Saepul Anwar SMK IT Amal Islami
22 Elvira Mega Utami SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
23 Yuniar Nurmalia SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
24 Nur Fauzi Desti Ramdani SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
25 Lulu Isania Sabani MA Amal Islami
26 Ranti Andriani SMA IT Insani
27 Rega Tri Purnama SMA IT Insani
28 Nasrullah MA Amal Islami
29 Raka Putra Y SMA IT Insani
30 Elis Lisnawati MA Amal Islami
31 Dilla Novita SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
32 Ravinka Shafira Hirmawan SMA Negeri 2 Kota Sukabumi
33 Mira Hasanah MA Baiturrahman
34 Azka Sabillatul Rahma SMA IT Insani
35 Nida Azumi MA Amal Islami
36 Agisni SMA Negeri 1 Kota Sukabumi
37 Soni Abit Setiawan SMA Negeri 1 Kota Sukabumi
38 Pika Setiawati SMK Pasim Kota Sukabumi
39 Siti Nabilla S SMK Pasim Kota Sukabumi
40 Devi Indah P SMK Pasim Kota Sukabumi

 

SELAMAT KEPADA CALON PESERTA!

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para calon peserta adalah sebagai berikut:

Melakukan konfirmasi keikutsertaan kamu di acara ini dengan mengirimkan SMS dengan Format :

SGIK<spasi>IKUT untuk kamu yang sudah fix ikut

atau

SGIK<spasi>BATAL untuk kamu yang batal ikut untuk digantikan dengan peserta lain yang masih masuk waiting list.

SMS dikirimkan ke No. 0815-6481-1257

SMS kamu ditunggu paling lambat tanggal 23 November 2016

 

Peserta yang sudah melakukan konfirmasi ikut, diharapkan sudah berada di Lokasi “STUDENT GATHERING IN KAC 2016” Pada hari Minggu, 27 November 2016 Pukul 06.30 WIB untuk melakukan registrasi.

 

Bagi peserta yang kesulitan dalam hal transportasi ke lokasi, Panitia menyediakan angkutan gratis dengan titik kumpul di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi yang akan diberangkatkan pada pukul 06.15 WIB. Bagi peserta yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, diharapkan sudah berada di Lapangan Merdeka pukul 06.00 WIB. Untuk mendapatkan fasilitas ini, silakan konfirmasi ke panitia dengan mengirimkan sms ke nomor diatas dengan format :

SGIK<spasi>ANGKUT<spasi>NAMA LENGKAP

 

Peserta yang ikut dalam acara ini dianggap telah mendapatkan ijin dari orang tua masing-masing

Ketentuan Peserta :

  1. Membawa identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar)
  2. Memakai pakaian olahraga masing-masing sekolah dan bersepatu
  3. Tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan
  4. Membawa baju ganti
  5. Membawa alat shalat
  6. Membawa jas hujan

Bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silakan hubungi :

  • Tendi (085862547465)
  • Indra (081646964219)
Facebook Comments
Artikel Selanjutnya
Artikel Sebelumnya

One Response to Pengumuman Hasil Seleksi Student Gathering in KAC 2016

  1. aryo says:

    Semoga acara tsbt bermanfaat bagi pelajar kota smi dan meningkatkan animo siswa utk menekuni ilmu2 pertanian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web Design MymensinghPremium WordPress ThemesWeb Development

Kementan Berencana Ekspor Jagung Ke Jepang dan Taiwan

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) berencana menjajaki ekspor jagung ke Jepang dan Taiwan. Dua negara tersebut diketahui merupakan pasar besar di Asia yang setiap tahunnya mengimpor jagung dari luar negeri, khususnya Amerika Serikat. “Secara geografis, Jepang dan Taiwan lebih dekat ke Indonesia dibanding Amerika sehingga mereka tertarik karena harganya bisa lebih murah,” kata peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen di Kementerian Pertanian, Khorudin seperti dilansir Republika, Rabu (29/8). Jepang dan Taiwan mengetahui Indonesia telah mengekspor jagung ke Filipina. Kementan, kata Khoirudin, tengah menerbitkan kebijakan yang mendukung kemudahan ekspor ke negara-negara luar, mengingat produksi jagung di Indonesia sudah surplus. Jepang dapat dikatakan negara yang sangat ketat dalam menerapkan standar produk impor. Jagung biasa digunakan untuk pakan ternak di negara tersebut, lebih dari 70 persennya. Tahun ini, pemerintah menargetkan ekspor jagung hingga 500 ribu ton. Kawasan ASEAN menjadi pasar potensial karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Data Kementan hingga Mei 2018 menunjukkan bahwa realisasi ekspor jagung Indonesia sudah mencapai 200 ribu ton. Sentra produksi jagung di Indonesia adalah Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Daerah lain yang potensial adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, dan Kalimantan. Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen di Kementerian Pertanian, Risfaheri menambahkan International Conference on Agricultural Postharvest Handling and Processing (ICAPHP) yang digelar di Bali Dynasti Resort, Kuta, Bali, bisa menjadi ajang tukar menukar informasi antara peneliti, pemerintah, dan pihak swasta berbagai negara yang berkecimpung di bidang pertanian. Banyak perusahaan swasta dilibatkan di sana. Dengan begitu, harapannya ada kerja sama baru terbentuk dari kegiatan ini.  “Pelaku bisnis bisa mendapat informasi. Potensi ekspor hortikultura Indonesia sangat besar asalkan penanganan dari kebun hingga pasarnya tepat. Selain jagung, tahun ini kita juga menjajaki ekspor nanas ke Amerika,” ujar Risfaheri. Sekadar informasi, nanas merupakan salah satu buah unggulan Indonesia, khususnya jenis nanas madu. Produksinya mencapai 1,84 juta ton dengan produktivitas 117,5 ton per hektare (ha) lahan. Wilayah Indonesia hampir seluruhnya bisa menghasilkan nanas, khususnya Jawa Barat, Jambi, Lampung, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.     Sumber : https://www.pertanianku.com/kementan-berencana-ekspor-jagung-ke-jepang-dan-taiwan/

Peran Pemuda dalam Percepatan Invensi Menuju Inovasi Pertanian

Peran pemuda tidak terlepas dari sebuah peradaban suatu bangsa. Maju atau tidaknya sebuah bangsa tergantung dari peran pemudanya, salah satunya dari aspek pertanian. Ide kreatif dan energik dari para pemuda sangat dibutuhkan oleh dunia pertanian dalam menghasilkan teknologi inovatif yang berdaya nilai tinggi, efektif dan efisien. Bagaimana menggaet para pemuda agar tertarik dengan dunia pertanian? Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) pada hari minggu, 12 Agustus 2018 melaksanakan kegiatan Talk Show Peran Pemuda dalam Percepatan Invensi Menuju Inovasi di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh 53 peserta yang hampir semuanya adalah anak muda. Kegiatan ini merupakan salah satu dari pelaksanaan AIF on the spot 2018. Peserta sangat antusias mendengarkan paparan materi dan dilanjutkan dengan dialog berupa usaha agrobisnis mengenai hambatan, tantangan dan kisah sukses yang disampaikan oleh para enterpreneur muda diantaranya Eva L.A. Madarona (PT. Fajar Sejati Sukses/Ijo Hydro); Wageyana (Wirausahawan muda binaan BPTP DIY); dan Dede Zaenab (Manajer Taman Teknologi Pertanian Cigombong). Jalannya acara di moderatori Bapak Kuntoro Boga Andri, SP., M.Agr., Ph.D Ka Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian.  “Saya sangat tertarik dengan bidang pertanian apalagi masih dalam jiwa pemuda, sepertinya pertanian Indonesia masih perlu terobosan baru untuk kedepannya. Dengan kegiatan ini saya jadi tahu banyak hal, sehingga bisa  memaknai pertanian secara luas, misalnya pertanian itu tidak membutuhkan lahan yang luas tetapi juga dapat diaplikasikan dalam lahan sempit dan juga lebih inovatif juga gitu. Selain itu pertanian juga tidak hanya langsung di tanam pada tanah tetapi bisa juga melalui vertikultur, hidroponik, dan juga kultur jaringan. Peluang untuk bisnisnya sangat besar dibandingkan dengan bercocok tanam di lapangan”. Ujar Nurul Huda (Mahasiswa Vokasi IPB).(MB)

Kementan Optimis Jaga Produksi Padi Di Musim Kering

Jakarta - Kementerian Pertanian melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang berdasarkan perkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  terjadi pada bulan Agustus dan September 2018. Sejumlah langkah antisipatif yang sudah dilakukan Kementan diyakini akan mampu menjaga produksi pertanian, khususnya padi.  
 
"Seluruh pejabat kementan dan kita bersama sama turun ke lapangan untuk membantu petani langsung di lahan sawah mereka. Mencari sumber air dan mempertahankan pertanaman 1 juta hektar bulan Agustus ini agar tetap panen," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat dimintai keterangan pada Minggu (12/8).
 
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto saat diwawancarai di kantornya pada Jumat (10/8) menyatakan, sejumlah langkah komprehensif sudah dilakukan, antara lain: melakukan percepatan tanam pada daerah yang belum mengalami kekeringan, penggunaan bibit padi khusus untuk lahan kering, serta penerapan teknologi dan mekanisasi untuk penyediaan air. Secara kelembagaan Kementan juga meningkatkan sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh pemangku kepentingan di setiap daerah.
 
Secara umum, Gatot menyatakan bahwa musim kekeringan seharusnya tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Menurutnya, justru banyak peluang dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi jika dikelola dengan baik. 
 
Gatot menambahkan,salah satunya adalah kesempatan untuk memanfaatkan areal pertanaman di rawa. Rawa yang semula tinggi muka air 1 meter, pada musim kering turun menjadi 20-30 cm, sehingga menjadi peluang untuk wilayah tanam baru. “Selain itu, musim kemarau bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin karena hasil panen lebih bagus, hama lebih sedikit, sinar matahari cukup baik untuk fotosintesis, dan kualitas gabah lebih baik,” jelasnya optimis.
 
Sikap positif Kementan juga didukung dengan data luas pertanaman pertanaman tahun ini yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dibanding bulan Oktober-Juli 2016/2017, pertanaman di bulan yang sama tahun 2017/2018 ini surplus 738.524 hektar. Selain itu, luas petanaman bulan Juni sebagai awal kemarau tahun 2018 mencapai 984.234 hektar, juga masih lebih baik dibanding di bulan yang sama tahun lalu yakni seluasi 933.390 hektar. 
 
“Peningkatan ini penting karena di beberapa tempat yang menurut BMKG mengalami kemunduran musim kemarau, Kementan berkomitmen melakukan percepatan tanam padi di beberapa wilayah, terutama yang masih bisa memanfaatkan hujan,” terangnya.
 
Penerapan Teknologi
Di beberapa wilayah yang memang sudah mengalami kekeringan, Kementan  sudah melakukan langkah langkah dengan memanfaatkan hasil inovasi petanian yang cocok untuk dilakukan pada musim kering. Salah satu contoh pertanaman lahan kering yang sudah dimulai adalah di lokasi petani binaan, Poktan Berkarya, di Kelurahan Lobusona, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhan Batu, Sumatera Utara. 
 
Direktur Serelia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementan Bambang Sugiharto menjelaskan pihaknya telah mendorong petani untuk menggunakan bibit unggul khusus lahan kering yakni Inpari 32. "Wilayah Labuhan Batu menargetkan 10.000 ha perluasan areal tanam baru padi lahan kering selesai tanam bulan September 2018. Langkah ini untuk tetap menjaga produksi padi di daerah Sumatera Utara yang notabene nya sentra beras," paparnya.
 
Bambang juga menyatakan, alokasi bantuan Kementan untuk lahan kering di Sumatera Utara meliputi luas 124.701 hektar. Luas tertanam sampai dengan hari ini seluas 32.079 ha dengan, sehingga dibutuhkan target luas tambah tanam harian Agustus 2018 di Sumut minimal 3.500 ha. Wilayah yang mempunyai potensi besar pertanaman padi lahan kering di Sumatera berada di Madina, Simalungun, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, dan Labuhan Batu Utara. 
 
Secara Nasional, Bambang juga menjelaskan, penanaman padi di lahan kering ini juga menjadi salah satu cara untuk menjaga produksi padi nasional. Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menargetkan penanaman padi Gogo di lahan kering seluas 1 juta hektar. 
 
"Lahan kering diharapkan sebagai potensi baru lahan pertanaman padi selain padi sawah mengingat mulai maraknya alih fungsi lahan di persawahan. Potensi pemanfaatan padi lahan kering bisa menggunakan lahan perkebunan, kehutanan maupun menggunakan tanaman sela," terangnya.
 
Selain benih khusus lahan kering, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Dirjen Tanaman Pagan Kementan Yanuardi juga mendorong penerapan teknologi adaptasi untuk menanggulangi dampak kekeringan, di antaranya adalah penerapan Biopori dan Sumur Suntik. Pembuatan lubang bipori selain untuk mengantisipasi terjadinya banjir dengan membuat air hujan cepat meresap ke dalam tanah, juga membuat tanah tidak cepat kehilangan air pada saat musim kemarau. Sementara, pembuatan sumur suntik diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pengairan pada saat memasuki  musim kemarau, terutama pada sawah tadah hujan.
 
“Kementan sudah memetakan wilayah-wilayah mana saja yang mendapat alokasi teknologi tersebut di 18 provinsi. Total alokasi 400 biopori dan sumur suntik. Aceh, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat misalnya mendapatkan teknologi Biopori, sementara sisanya menggunakan sumur suntik,” bebernya.
 
Dipetakan bahwa, lokasi yang peluang kekeringan besar berada di jalur pantura Jawa karena menurunnya curah hujan. Namun, faktor lain juga perlu dihitung, yakni dengan memaksimalkan pemanfaatan sungai, embung, dan waduk yang masih banyak debit air dan bisa dilakukan pompanisasi.
 
Kementan juga sudah melakukan koordinasi massif di setiap daerah agar langkah antisipatif tersebut berjalan maksimal, yakni dengan mengerahkan babinsa, dinas pertanian, kodim, tim upaya khusus (upsus), dan Kantor Cabang Dinas (KCD). Selain itu upaya pengamanan standing crop bekerjasama dengan TNI agar hambatan di lapangan bisa diatasi. 
 
“Semua turun untuk meyakinkan bahwa kekeringan bukan halangan tetapi opportunity. Pemetaan, pendataan, hingga penerapan langkah antisipatif diharapkan bisa maksimal,” pungkas Gatot mengulang permintaan Menteri Amran.

Kementan Sinergikan Program Bedah Kemiskinan dengan Kemendes dan Kemensos

Surabaya - Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes  PDTT) melontarkan pujian terhadap program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digagas oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Program Bekerja dinilai memiliki korelasi yang sangat signifikan dengan prioritas pembangunan desa, yaitu menjadikan desa mandiri.
 
"Saat ini, 82,7  persen desa- desa di Indonesia adalah petani, dalam artian, kalau kita bisa tingkatkan sektor pertanian di Indonesia,  maka  kesejahteraan desa akan meningkat," demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program #Bekerja Kementan Tahun 2018 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) di Surabaya, Selasa (7/8). 
 
Pada Rakor ini dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementan dengan Kementerian Sosial dengan Kemendes PDTT tentang sinergi kegiatan Bekerja. Hadir Mentan Amran, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan perwakilan Kemensos.
 
Anwar membeberkan ada tiga program Kemendes yang disebut sangat signifikan dengan program Bekerja. Pertama, Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades).
 
Lebih lanjut Anwar jelaskan, dengan mengenal produk andalan masing- masing kawasan pedesaan, Kementan melalui Program Bekerja dapat dengan mudah mengucurkan bantuan, misalnya ayam, kambing dan tanama hortikultura.
 
"Dengan demikian desa diharapkan mampu mempercepat pemeratan pembagunan  di desa, menguatkan pembangunam daerah dan yang terpenting menurunkan angka kemiskinan," terang Sanusi.
 
Kedua, sebut Anwar, program Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Badan ini berperan mengeloloh keunggulan masing-masing desa. Dari menyediakan benih, pupuk  hingga menjadi wadah untuk membeli hasil petani.
 
"Ketiga adalah embung. Jika embung berhasil maka sektor pertanian sukses," tuturnya.
 
Menteri Amran menjelaskan Program Bekerja hadir untuk meningkatkan aset produktif, sehingga meningkatkan pendapatan keluarganya. Dengan pendapatan yang cukup maka mereka mampu berada di atas garis kemiskinan.
 
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan oleh satu Kementerian atau Lembaga saja tapi perlu dukungan yang lain,” ungkapnya. 
 
Kemensos lebih pada Bantuan Sosial, Kemendes pada aspek pengembangan produk dan pemasaran dan infrastruktur, sedangkan Kementan menekankan pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat miskin di pedesaan. 
 
“Program Bekerja merupakan salah satu solusi permanen dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan,” ujarnya.
 
 
 
sumber : http://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3299

Kementan Bergerak Cepat Salurkan Bantuan dan Kirim Tim Khusus Bantu Korban Gempa NTB

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengumpulkan bantuan kemanusiaan bagi pra korban gempa di Lombok, NTB. Ribuan warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban gempa saat ini memang sangat membutuhkan bantuan bahan makanan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan yang dihimpun Kementerian Pertanian (Kementan) senilai 10 miliar lebih, di Kantor Pusat Pertanian, Kawasan Ragunan, Jakarta (6/8/2018). 
 
"Sekitar 3 jam kami berkoordinasi, terkumpul 10 miliar lebih. Baik berupa uang,  bahan makanan maupun hewan ternak", ujar Menteri Amran. 
 
"Ini adalah ujian bagi saudara kita di NTB,  ujian bagi kita juga penduduk Indonesia, ujian bagi rasa persatuan kita utk berbagi dengan sesama. Ini adalah ladang amal, masing-masing dari kita harus memberi contoh", ajak Amran. 
 
Bantuan senilai 10 miliar lebih itu dikumpulkan dari berbagai pihak yang dikoordinasikan Kementan. Di antaranya Badan Urusan Logistik (Bulog), perusahaan makanan dan minuman, asosiasi-asosiasi petani dan peternak, asosiasi eksportir dan importir, asosiasi pengusaha bahan pangan, pabrik gula, perusahaan perkebunan, perusahaan kendaraan bermotor, hingga perusahaan asuransi. Kementerian sendiri memberikan bantuan sebesar 2 miliar lebih, termasuk berupa hewan ternak. Termasuk Menteri Amran yang menyerahkan bantuan sebesar 1 tahun gaji nya sebagai Menteri Pertanian. 
 
*data Insert Infografis
Daftar Sebagian Para Pemberi Bantuan 
Kementerian Pertanian Rp 1,7 miliar
PT Indofood 1 mobil box mie instan
PT. Bulog 5 ton beras
Asosiasi pengusaha bawang merah Rp 125 juta
Asosiasi pelaku usaha ekportir importir Rp 130 juta
Asosiasi pengusaha bawang putih Rp 125 juta
Asosiasi pengusaha sarang walet Rp 190 juta
PT. RNI    1 mobil box gula
PT.PN      Rp 100 juta
Pinsar      Rp 18 juta
PT. Food Statio Rp 20juta
PT. Pupuk Indonesia Rp 2 miliar
Frutang Rp 150 juta
Ditjend tanaman Pangan Rp 1 miliar 
PT Honda   2 unit genset 250watt & Pompa 10 unit
PT. Jasindo Rp 100 juta
 
Kementan Gerakkan Petani-Peternak Seluruh Indonesia
 
Menteri Pertanian juga meminta seluruh petani-peternak di seluruh Indonesia, untuk turut bergerak menunjukkan kepedulian terhadap para korban gempa. 
 
"Ada 100 juta lebih keluarga pertanian di Indonesia. Kami ajak untuk kita sama-sama memberi sumbangan bantuan apapun bentuknya. 1 ekor ayam, 1 butir kelapa, 1 butir telur akan sangat berarti bagi keluarga saudara kita di sana",  tambah Amran.
 
Mentan meminta keluarga besar pertanian membentuk tim peduli. Kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di tiap propinsi di Indonesia agar menjadi posko bantuan,untuk mengkoordinir dan menyerahkan bantuan dari para petani-peternak. Kantor BPTP di Lombok menjadi posko besar Kementan sebagai pusat koordinasi pengumpulan dan penyerahan bantuan kemanusiaan.
 
"Kementan hanya mengkoordinir pengumpulan dan penyerahan bantuan. Untuk distribusi selanjutnya kami percayakan pada teman-teman yang bertugas di sana", sambung Mentan. 
 
Menurut informasi dari lokasi gempa, senagian warga korban gempa masih bertahan di sekitar rumahnya, karena menjaga harta benda dan hewan ternak. Untuk itu Mentan juga menginstruksikan Dirjend Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengirim tim khusus. 
 
"Tim khusus yang terdiri atas 100 orang  ini akan berangkat hari ini juga, untuk membantu warga korban gempa mengurus ternak sapi dan lain sebagainya. Tim ini akan membawa perlengkapan termasuk vaksin, untuk menjaga ternak warga tetap selamat dan sehat", tandas Mentan. 
 
Kementan juga membuka sejumlah rekening bagi masyarakat yang ingin mengulurkan bantuan berupa uang.
 
Akibat gempa yang mengguncang Lombok NTB Ahad malam, (5/8) 91 orang meninggal dunia akibat tertimbun bangunan. 200 lebih orang dilaporkan luka-luka, ribuan lainnya terpaksa mengungsi karena bangunan rumah mereka rusak. (*)
 
 
 
sumber : http://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3298

Indonesia Kembali Ekspor Bawang Merah ke Thailand 5.600 Ton

Brebes (1/8) - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor bawang merah ke Thailand. Brebes yang merupakan sentra bawang merah terbesar di Indonesia telah memberikan kontribusi 18,5 persen dari produksi nasional atau 57% dari produksi Jawa Tengah. Memasukin panen raya bulan Juni-Agustus Bawang merah yang dihasilkan petani di Kabupaten Brebes, tak hanya dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Namun komoditas tersebut juga kembali berhasil mengekspor bawang merah ke Thailand, kali ini sebesar 5600 ton dari target 9000 ton untuk tahun ini. 
 
“Hari ini kita membuktikan lagi kepada dunia,dulu kita impor bawang merah ke Thailand, sekarang kita balikan ekspor ke negara tersebut, ini adalah serangan balik, karena target ekspor naik 100 persen”. Ini juga mencetak Dolar, seperti arahan khusus Presiden Jokowi ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiaman saat melepas truk kontainer ekspor bawang merah oleh PT Revi Makmur Sentosa, di Brebes (1/8/2018).
 
Mentan mengatakan bersama Dirut Bulog Budi Waseso, Kementan akan bekerja lebih cepat dan siap bekerjasama meningkatkan pertanian Indonesia serta dengan tegas menolak impor masuk ke Indonesia. 
 
“Selama Buwas menjadi dirut kita tidak sering rapat lagi tapi langsung kerja kelapangan menyelesaikan masalah, lewat sms saja selesai persoalan kita,” ujar Mentan
 
Ekspor bawang merah yang terus berlanjut ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, tapi juga mewujudkan kedaulatan bawang merah. Tercatat, sejak 2016 hingga saat ini, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor bawang merah, akan tetapi terus mencatatkan diri sebagai pengekspor bawang merah. 
 
Mentan mengatakan bahwa ekspor bawang merah ke Thailand merupakan prestasi besar pembangunan pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2014 Indonesia masih mengimpor bawang merah sebesar 74.903 ton. Pada 2015 total impor sebesar 17.429 ton, tetapi pada 2016 tidak ada impor bawang merah, bahkan mampu mengekspor 735 ton serta pada tahun 2017 Indonesia telah berhasil ekspor 7.750 ton bawang merah naik 93,5 persen.
 
Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa prestasi ini menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia membalikkan keadaan, yang semula importir menjadi negara eksportir bawang merah ke beberapa negara ASEAN.
 
“Hari ini, di momen menyambut 73 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita kembali membuktikan kemampuan kita dengan mengekspor bawang merah ke Thailand sebanyak 5600 ton " tambah Mentan
 
Di tahun 2016 luas panen bawang merah Indonesia mencapai 149,6 ribu ha dengan produksi mencapai 1,45 juta ton serta luas tanam naik menjadi 22,5% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 target produksi bawang merah 1,47 juta ton naik 1,7% dari tahun 2016.
 
"Sudah ada 5 komoditas pertanian termasuk bawang merah yang berhasil kita ekspor, dan dilakukan dalam jangka waktu yang singkat, " tegas Mentan
 
Dalam kesempatan tersebut Dirut Bulog, Budi Waseso mengatakan bahwa kita harus meningkatkan kualitas komoditas pertanian kita, dirut bulog memiliki 3 tugas yaitu menyerap produk petani dan membeli dengan harga yg menguntungkan petani, lalu menjaga stok ketersediaan bahan yang dibutuhkan masyarakat dan yang terakhir adalah menstabilkan harga petani dan konsumen. Sehingga dalam hal ini sumber kehidupan kita adalah petani.
 
“Kita harus bangga memiliki Menteri Pertanian yang eksis terhadap masalah pertanian, kemarin kita diserang oleh impor, hari ini kita membuktikan serangan balik, brebes terkenal dengan Bawang merah maka serangan balik tersebut juga datang dari Brebes, “ tegas Budi Waseso 
 
Selain Brebes, masih banyak lokasi sentra kawasan bawang merah, antara lain Cirebon, Bandung, Majalengka, Garut, Demak, Tegal, Nganjuk, Probolinggo, Sampang, Pamekasan, Bima, Sumbawa,  Lombok Timur, Tapin dan beberapa daerah sentra lainnya.
 
Indonesia mampu mengekspor bawang merah ke Thailand dan tingkatkan volume ekspor ke negara lainnya merupakan buah dari keseriusan dan keberhasilan program terobosan pemerintah dalam meningkatkan produksi. Adanya bantuan benih, pupuk, alsintan serta prasarana pertanian lainya diperuntukan bagi petani setiap tahunya juga berhasil meningkatkan kesejahteraan petani.

6 Varietas Jagung siap mendukung Pemenuhan Target Produksi Pemerintah

Guna memenuhi kebutuhan jagung nasional serta mempercepat aliran diseminasi produk inovasi yang telah dihasilkan, Balitbangtan kembali memberikan lisensi kepada 2 perusahaan benih nasional yaitu PT Hanjaya Mas Plosjom dan PT Benih Jatim Nusantara. Varietas jagung yang dilisensi oleh 2 perusahaan tersebut adalah Bima 14, Bima 15, dan Bima 19 untuk PT Hanjaya Mas Plosjom. Sedangkan untuk PT Benih Jatim Nusantara yaitu varietas JH 27, HJ 21, dan Nasa 29. Mediasi sekaligus penandatanganan telah dilaksanakan pada Kamis (19/7/2018) di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian, Bogor. Kedua lisensor telah berkomitmen akan melaksanakan seluruh kesepakatan yang telah tertuang dalam naskah perjanjian. Selain itu mereka juga berkomitmen dalam menyampaikan laporan pengembangan sebagai upaya pemantauan keberhasilan pemenuhan target produksi. Kita berharap dengan ditandatanganinya kerjasama lisensi untuk 6 varietas ini menjadi upaya peningkatan ketahanan pangan nusantara. (muh)     sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/3315/

Ribuan Benih Kelapa Diserahkan Balitbang pada Kelompok Tani

Pertanianku — Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian terus berupaya mensukseskan Tahun Pembenihan 2018. Beberapa waktu lalu, Balitbang menyerahkan ribuan benih kelapa kepada kelompok tani di wilayah Kabupaten Kebumen. Sebelumya, Balitbang memproduksi benih tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura yang dilaksanakan oleh Unit Kerja (UK) dan Unit Pelaksana Tugas (UPT), baik di pusat maupun di daerah. Dimulai pada 2017, produksi benih berbagai komoditas telah terlaksana yang di antaranya sudah didistribusikan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah. Hal itu dilakukan atas kerja sama dengan pemerintah daerah dalam penentuan CPCL-nya. Benih berbagai komoditas yang diproduksi oleh UK-UPT Balitbangtan, selain bersertifikat atau berlabel, dalam proses produksinya juga penuh dengan sentuhan inovasi teknologi. BPTP Balitbangtan Jawa Tengah mendapat mandat memproduksi benih berbagai komoditas. Dalam waktu dekat, BPTP Balitbang Jateng siap mendistribusikan benih beberapa komoditas lain, di antaranya kentang dan bawang putih. Sebelumnya, BPTP telah mendistribusikan benih pepaya, delima, dan tebu kepada kelompok tani di beberapa kabupaten di Jateng. Melansir Republika, pada Jumat (20/7), disaksikan oleh Kadistan dan Pangan Kabupaten Kebumen serta Kabid Perkebunan Distanbun Provinsi Jateng, BPTP Balitbangtan Jateng menyerahkan 8 ribu benih kelapa (kelapa dalam) kepada lima Gabungan Kelompok Tani di wilayah Kabupaten Kebumen. Kepala BPTP Balitbangtan Jateng, Harwanto menyatakan, benih kelapa produksi BPTP Balitbangtan Jateng yang lolos sertifikasi sebanyak 9.450 batang dari target output 8 ribu batang. “Distribusi benih tidak hanya kepada lima Gapoktan di Kecamatan Sadang dan Karanggayam Kabupaten Kebumen, namun juga juga dialokasikan untuk desa miskin di Kecamatan Adimulyo sebanyak 500 batang,” ujarnya. Sementara itu, Kadistan dan Pangan Kabupaten Kebumen mengucapkan terima kasih kepada BPTP Balitbangtan Jateng dan Distanbun Provinsi Jateng yang telah mengalokasikan bantuan benih kelapa di Kabupaten Kebumen. Dengan adanya bantuan benih tersebut, diharapkan akan bisa meningkatkan produksi kelapa di tahun-tahun yang akan datang.   sumber : https://www.pertanianku.com/category/berita-terbaru/
Terima kasih telah berkunjung ke website Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi